UPACARA TERAKHIR

April 17, 2009 by clejoerint

Pagi ini, seperti biasa saja,tidak berbeda dengan hari lainnya. Sudah agak siang, namun kabut masing menggantung tebal. Rajutan jaket tipisku tidak kuasa membendung udara dingin. Terasa basah dalam aliran udara yang kencang menumbuk tubuhku.

Nah, diantara seleret sinar matahari yang berhasil menembus dedaunan, anak muridku berjajar, berbaris di rerumputan. Mereka mengikuti upaca bendera, upacara terakhir bagi mereka kelas terkhir, sebab dua hari lagi, mereka kan menempuh ujin penghabisan , ujian yang akan menghakimi merek setelah 3 tahun merangkai dan merekonstruksi pengetahuan.

“kini bukan lagi saatnya menasehati, menggunakan waktu dengan lebih seksama. Jika kejenuhan memuncak, tingkatkan kedisiplinan. Cobalah untuk setia dalam perkara perkara yang kecil. Berdamailah dengan dirimu sendiri dan tetap jagalah semangatmu menyala”

Ah… tetap saja sebuah nasehat yang dikemas dalam bungkus lain, tatapi bukankah kita memang begitu, lebih menyukai bungku dari pada isinya, dan tentu saja, citra yang kita dapatkan bergantung pada cara kita memandangnya bukan?

Selajutnya, tiap jabat erat menggugah semangat dalam pertempuran mereka, keberhasilan mereka adalah kemenangan mereka, kegagalan mereka adalah kekalahan kita. Dan tiap jabatan tangan yang kuat, menggambarkan semangat mereka, kemudian hening mengantarkan alunan lagu yang selalu saja membuat awan menggantung dicakrawala mataku. ……………

……….engkau laksana, sebutir embun……namamu akan selalu hidup …..

jauh, di tempat yang tak terjangkau siapapun, aku berkata lirih……. Aku tahu kamu akan berhasil muridku……. Anakku……saudaraku……semangatmu menujukkan itu……. Selamat bertempur saudaraku………. Sukses menyertaimu….. doaku disetiap langkahmu………….

Dirimu kemenanganmu

Tahukah kamu……

Tak seorangpun mengalahkanmu…..

Tak sebuahpun menaklukkanmu….

Tak searalpun menghentikan langkahmu

Tiada senjata lebih hebat dari mu….

Tida benteng yang lebih kuat dari padamu

Kemenangan adalah dirimu……

Dan hatimu………….letakkan padanya…

Jemuah legi, suryo kaping pitulas –

sangisoring kanthil kang kabutan godhong

Maria (juga pernah) Mengandung

Maret 28, 2009 by clejoerint

Mengandung, hamil adalah takdir dan kelebihan, pun juga kelemahan wanita. tapi disitulah sebetulnya wanita ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi dari mahkluk yang manapun.

Maka manusia yang memperlakukan wanita dengan tidak layak karena kehamilannya, sebenarnya mengingkari harkat dan martabat seorang ibu. mengingkari bahwa dirinya pernah dilahirkan oleh seorang ibu, dan hukumnya adalah durhaka, jika karena kehamilan, kemudian wanita diperlakukan secara tidak layak dibandingkan dengan wanita lain. semestinya kehamilan memberikan perlakuan yang lebih.

Nah, karena itu, peradaban bermula dari ibu.  Hanya dua orang yang tidak pernah dilahirkan oleh seorang ibu, bapa Adam dan Ibu hawa, tapi selebihnya berada didunia ini karena seorang wanita, maka sungguh manusia yang mengingkari ibu adalah manusia yang tidak beradab, maka dengan demikian tidak bermoral.  Des… manusia yang mempermasalahkan kehamilan dan kemudian menggunakannya sebagai alasan untuk mengambil keputusan adalah manusia yang tidak bermoral.

Bahkan maria Ibu, Yesus pun mengandung diluar nikah, tapi toh dunia tidak menempatkannya pada posisi yang buruk. Bukan karena kehamilanlah seseorang diadili, melainkan sebab yang mengakibatkanlah yang menempatkan posisi seorang wanita pada penilaian kita, itupun sangat bersifat empiris – cultural.  Sebab kehamilan adalah tugas perutusan ilahi yang harus emban oleh wanita.

maka seandainya kita merasa pernah dilahirkan, marilah kita meletakkan wanita yang mengandung pada posisi yang lebih baik. Terima kasih pada Iwan fals atas lagunya……

Ibu……..

Selfish – Narsis

Maret 12, 2009 by clejoerint

Nah,….. kali ini, saya ingin bercerita tentang teman lama – old friend -  saya, yang belum begitu lama saya temukan kembali setelah sekian puluh tahun berlalu.  Untuk ukuran generasi saya, dalam culture masyarakat waktu itu, namanya cukup membuat kening berkerenyit. Selfishius Narsisimus siapa….. aneh memang, nama bagian belakang yang notabene merupakan nama yang sesuai dengan akar budayanya malah dilupakan kebanyakan orang, termasuk saya. Dua penggal kata tadilah yang selalu saya ingat karena mengesan begitu dalam,  Selfish bin Narsis itulah…..

Nama memang tidak menggambar orang. Teman dan kerabat saya, yang biasanya mencantumkan nama yang indah indah, Ignatius, antonius, benidictus.. dan us… us…. yang lain itu, adalah  kaum kristiani, tapi untuk itu, saya tidak tahu pakaian apa yang disandangnya dalam hati.

Nah, kembali pada niat saya untuk bercerita, teman saya yang satu ini luar biasa,  Luar biasa yang pertama  adalah keteguhan hatinya.  , maksudnya dia seorang penganut paham PDKP – Percaya diri dan Keras Kepala –  satu kombinasi yang menyebabkan kondisi stagnan , sulit berubah, apa yang diyakini nya itulah kata hidupnya. Saya kira dia tidak pernah merubah sudut pandangnya dalam menyikapi hidup, mencoba meliht dari sisi yang berbeda pun mungkin tidak pernah. Mungkin saja orang harus mencocok hidungnya. Luar biasa kedua adalah kekuatan niatnya. Faham lain yang di percayai benar adalaha SDSB – Saya Dulu Sesama Bentar – pokoknya saya dulu yang lain bentar dan belakangan. Tapi diantara paham paham yang dia-anut, yang paling menyebalkan adalah RnB, di seorang RnB sejati.  Maksudnya tentu bukan “Rock ‘n Blues”  yang  nyaman ditelinga, RnB nya dia adalah “Ra Ngoco Blasssst” bahasa gaul untuk anak muda sekarang. Artinya sebenarnya tidak pernh berrefleksi, tidak bernah merenung, tidk bernah bercermin, singkat kata, tidak pernah berhenti sejenak untuk melakukan refleksi dan merenungkan langkah yang sudah ditapakinya. Pernah , pada satu kesempatan, saat bonus SMS – yang ini tetap short message service – gratis memanjakan pelanggannya . Puluhan meaningless pesan mampir ke nomor saya hanya untuk menyatakan sesuatu yang tidak ada artinya. Hi…hih….bayangkan, jika pada kesempatan meeting penting, atau pada saat hati harap harap cemas menunggu kabar, eh…masuk sebuah pesan yang berbunyi hanya “ hi….hi….hi” anak saya yang kecil pun akan mengatakan …..cape deh….!!!

 

Tapi ini lah keindahan dari keberagaman, bagai mozaik yang menawan. apalagi jika kita masih bisa menemukan  ada keindahan dalam keberbedaan, ada keindahan dalam kebosanan, ada keindahan dalam  kemrahan……..pun masih ada yang dirasakan saat kita merasa RDB alias  “Ra dong Blassst”

 

 

 

Tak terasa

 

Tak lagi terasa, dalam ngilu katamu

Tak lagi terasa, dalam berat langkahmu

Tak lagi terasa, dalam keluh hatimu,

 

Kebenaran adalah pikirmu,  perih adalah rasamu,  gundah adalah keinginanmu

Tak jugakah kau temukan kerikil di belakng langkahmu

Tak jugakah kau temukan kesalahan di belakang waktumu

 

Berhenti, diam, membisu

Singgahlah  dlm tiap jedamu.

 

 

Clejo- maret 2009

berteduh

Maret 4, 2009 by clejoerint

berteduh, satu kegiatan yang sering kita lakukan, khususnya [ada masa masa sekarang ini, saat cuaca yang kurang berahabat. kadang panas terasa menyengat, sementara mendadak turun hujan lebat. Tak sampai sepeminumn teh kemudian, air berhenti turun dari langit. berteduh, satu kegiatan sederhana, yang kita lakukan tanpa perlu banyak pertimbangan.

Berteduh, entah karena cuaca atau kepenatan hidup, tekanan dan kebutuhan. tempat menghindar dari himpatan – apapun itu – yang mendera tiada henti. maka berteduh adalah menghindar dari segala ancaman, melarikan diri dari tekanan yang diyakini berbahaya bagi keselamatan diri.  maka berteduh tak lain – dalam kadar yang ringan – adalah menyerahkan diri pada hal lain, orang – tempat – dan suasana lain.

Berteduh adalah mempercayakan dengan demikian menyerahkan diri – untuk sementara atau sementahun – kepada kekuasaan yang lain.

shelter

 i need some others else to whom i can talk to, i need some other else who understand me, i need some other else in which i find shelter, i need some other else to swept mt tears off…..

i need some other else due the old one is ignoring me,  i need some other else due the old one  cant understand me,  i need some other else due the old one doesnt pay attention on me…..

 

but… who is that other???

dscn0227

i aint hate u, but ignoring u

Februari 16, 2009 by clejoerint

Benci, kita seringkali melakukan dan merasakan, entah dalam kadar yang sedikit atau dlam kadar yang mendalam hingga menjadi dendam kesumat. Benci, bak virus menggerogoti ketahanan emosional kita, bahkan menjajahmental kita. Namun benci mempunyai status jelas….. tak disukai, tak dikehendaki, tak dimaui.

Nah yang ini, bukan dibenci tapi lebih menyakitkan dan dari padanya…….tak dianggap, dicuekin, dinisbikan,…….. nah kala ini yang terjadi sia sia kita memikirkannya, semakin dipikir semakin membuat nyinyir, semakin dirasa semakin memutuskan asa, …….. jadi biarlah saja berlalu, penyelesaiannya bukan pada kita, toh kita tidak ada baginya…..jadi biarlah…………jagalah hati kita tetap seperti hati kita, dunia kita tidak hancur karena tidak ada dia, dan dunianya tidak hancur pula tanpa kita. Jadi………

TETAP SEMANGAT …….

don’t let him ….

 turn your spirit off, swap ur light off, empty your soul, turn your heart stoned

sebab ada tertulis…..

Pepatah cina mengatakan Perjalanan ribuan li jauhnya ditentukan oleh langkah pertama

Pepatah Jawa mengatakan Ngelmu iku kalakone kanthi laku

Orang Melayu mengatakan Niat adalah awal dari segalanya

Nassarudin mengatakan Tak kan mungkin kamu merubah sesuatu jikalau bukan dirimu

Orang tua mengatakan Kami tidak berhak mengubah dirimu, kami tidak mungkin menjadikanmu sesuatu atau seseorang, bahkan walaupun kami yang melahirkanmu Kami hanya menunjukkan, mengarahkan dan mengantarkan Selebihnya terletak dipundakmu Kemana langkah kan mengalun berujung pada impianmu

Selanjutnya tergantung pada kehendak hatimu Kekuatan niatmu, kelenturan semangatmu, dan segenap inderamu. Kini saatnya berpeluh dan bertumpu pada Kesungguhan HATI…. -Byclejo – 2009

tak kuasa

Januari 7, 2009 by clejoerint

hari ini….. di saat sangat awal hari ini, …… kucuba temukan, bayang bayang yang pernah terbentuk dalam matahariNya,  kutemukan diriku mengambang…. tanpa tujuan, menggapai kuasaMu

kutambatkan rasa, dalam sulur sulur membisu

Tak kuasa

 

Menggantung, dalam gumpalan awan abu

Menambat titik titik air

Membuncah hasrat mengguyur bumi

Meletakkan pengap,

Dalam kungkungan sesak

Tak berdaya hamburkan air

Putihkan abu dalam gurat gurat awan berarak

 

Tak kuasa uraikan hasrat

Menelikung gurat gurat seri

Yang senantiasa terbayang……

 

Tak kutemukan lagi….

Kau letakkan terlalu rapat…

Entah tersimpan jua…..

Lembayung seri,

meliuk diantara garis garis tak tertembus

 

 

pikirku tak lagi jernih…

saat yang kutemukan hanya amarah……

tebaskan seleret baying menghujam

letakkan aku…..

kungkungkan aku dalam kelabu mataharimu

 

Tak kutemukan lagi….

Kau letakkan terlalu rapat…

Entah tersimpan jua…..

Samudra luas tak berbingkai

Membentuk bayang sendiri, dalam seleret putih matahariNya

 

Tak kutemukan lagi….

Kau letakkan terlalu rapat…Entah tersimpan jua…………………………………..

 

 

Awal januari 2009

Ribeting ati anggayuh wewayang

 

Hati selembut batu

Nopember 22, 2008 by clejoerint

Bener, judulnya memang hati selembut batu. Kalau kita boleh menuliskan hati selembut salju, atau bahkan hati selembut awan, maka boleh jugalah judul diatas digunakan. hati selembut  batu. nah, jika kamu punya kolega, yang sifatnya menjengkelkan, pura pura mendengarkan usul, padahal pendapatnya sendiri yang dipakai, yang seakan senang berdialog, padahal tidak mau, selalu monolog, yang katanya demokratis, padahal mau menang sendiri, yang katanya terbuka, padahal dipintu hatinya gagah berdiri egonya. yang katanya memaafkan padahal menutup hati. yang mendasarkan sikap pada rasa hati(nya sendiri),  yang…. ya….. ah, pokoknya taulah…………..( ups……..aku iku maksa nih…..) baca deh berikut !

samudra tak bersungai

katamu tiada bercermin alam hatimu
riak riak hasratmu tak goyah
kebenaran hatimu adalah kehendakmu
merah hatimu serupa putih dalam balutan kata merayu

duhai tuhanku…..
kau mainkan kata seakan hasratku
kau guratkan dalam keteguhan membatu

tak hendak kau buka
kata hati untuk berbagi
saat mata kehilangan sinar
dan teliga meloloskan setiap bunyi

adakah batu sekeras kehendak kalbu
pun batu luluh oleh sepoi angin
pun batu luluh oleh desiran air
samudramu tak bersungai
mengukir alammu dalam kelok menawan

duhai tuhanku…..
adakah kau buka selasar kecil dalam permenunganmu

itulah…. mengapa aku pake t dan bukan T

Untungnya hampir celaka

Agustus 21, 2008 by clejoerint

mungkin betul juga, waktu menjelang senja adalah waktu yang tergesa.  matahari tergesa gesa untuk istirahat dan kegelapan tergesa gesa untuk segera berkuasa.  Ramuan ketergesaan itu menciptakan aura mistis disekitar senja.

Nah…. sore itu, saat pulang selepas mendampingi diskusi para siswaku.  waktu menunjukkan pukul 17.20, masih terang sebetulnya, tapi senandung ajakan bersujud membuat siang terasa sudah larut.

seperi biasa, motorku berjalan diseputaran 80, mengekor sebuah panther hitam. Pada sebuah tanjakan, didepan ada truk pasir yang berjalan lambat kesusahan, tidak sadar aku mengikuti panter tersebut mendahului truk didepan, Sekilas kulihat cahaya lampu berkedip terang didepan, terhalang kaca panter – aneh seterang ini sudah menyalakan lampu.

Separo jalan aku sudah melewati truk itu, saat panter didepan menepi, dan clap…… lampu mobil bersinar terang melaju menghampiriku. Kini tampak jelas mobil pemilik lampu itu melaju kencang meminta jalan,

Terkesiap, darahku berhenti mengalir, tepat disamping kiriku bak truk berjalan terengah, didepan kijang kelabu melaju kencang.  Celaka…..begitu tipisnya ruang tersedia untuk menghindar, hingga aku dapat menyentuh sisi kanan bak truk tersbut.

entah bagaimana….kijang itu hanya melontarkan seleret angin, hanya Tuhan yang tahu…….

Untunglah… aku hampir celaka,

betapa berharganya hidup…………

BELUM TERPAUT LAMA

Mei 9, 2008 by clejoerint

tak terpaut lama…………….

semenjak dirimu bermain di setiap lekuk tubuhku dalam alunan kecipak air nan bening, semenjak dirimu berkelana dalam setiap tubuh perawanku, halangi sinar mentari dengan setiap kanopi rumah satwaku., Semenjak dirimu menahan gelora getar nafasku dalam setiap gerak, bermain bersama buih memecah diantara kakimu. Semenjak dirimu merangkak dalam setiap celah gunungku, berbaur dengan desah dan cucuran keringat ditimpa butiran kerikil lepas

Tidak terlalu lama memang…….

Tentu masih terbayang dalam imajimu

Keelokan tubuhku, dalam sajian ngarai berukir aliran air, keperakan dalam lebatnya hutan perawan. Bahkan matahari, tak kuasa mengusir halimun disela sela pucuk gunungku, sembunyikan puncak menikam penasaran dalam hasrat manusiamu.

Tentu masih terbayang dalam imajimu, rasa nyaman dan segar saat kubelai seluruh tubuhmu, usir penat dan gerah, tawarkan semilir kesegaran mengantarkan ke negeri di awan

Tentu masih terbayang dalam imajimu

Sebab belum terpaut lama…..

Memang belum terpaut lama…..

Kau nodai setiap lekuk tubuhku, torehkan kebanggaan egomu bahwa kau pernah menikmatiku

Kau taburkan dalam setiap kulitku, jejak jejak kehidupanmu yang tak lagi dapat kumengerti.

Satwaku kehilangan kanopi, tempat mereka berumah dan menjagaku tetap menawan, kau rambah memuaskan hasrat kecintaanmu

Tubuhku kehilangan kemolekan dari setiap jengkal yang kau gali, sekarat dalam setiap air yang kau kucurkan

Kau koyak selimutku, dengan setiap hembusan cerobongmu, tegak angkuh tak terperi dalam setiap gerak geligimu.

Ah……

Haruskah kau nodai aku, saat kau mengaku mencintaiku

Haruskan kau lukai aku, saat kau menikmati tubuhku

Haruskah kau hancurkan diriku memuaskan hasrat egomu……

Lihatlah……..

Anginku tak lagi semilir memelaimu, tapi meruyak kejam dalam beliung berputaran kejam

Lihatlah…..

Desah nafasku tak lagi sejuk menyegarkan, namun mengendap, gerah dalam dekapan panas meradang

Lihatlah….

Airku tak lagi gerecik keperakan, tapi membadai dalam hentakan, menggulung diantara Lumpur dan puing

Lihatlah gunungku tak lagi mendekapmu dalam kenikmatan, namun menabur abu, menimbun mengubur setiap kehidupanmu

Lihatlah….., dengarlah…… rasalah……

Setaip derit tanahku bergeser

Setiap kerlip api melentik diantara puing rumahmu

Setiap tangis bayimu…. Dalam dekapan lapar….. gerah menyesak…..dalam setiap kesadaranmu

Belum terpaut lama memang……….dan dirimu tetap tak mengerti………..

untuk simon

yang merasa dirinya cantik

adamu menyadarkan bahwa bumiku menuju ajal

tetap untuk simon

yang merasa dirinya pethok walau sebenarnya oon

VLCamp, medio mei 2008

memandang, melihat, mengamati dan memperhatikan

Mei 8, 2008 by clejoerint

ah…. sungguh kita bisa belajar banyak dari anak anak.

saat ini, waktu waktu pasca UN, banyak anak anak yang menunggu untuk mengikuti ujian praktik. Beberapa diantaranya bergerombol, sementara yang lain menyendiri. Ada saja tingkah laku mereka pada saat penantian itu.

saya melihat beberapa siswa duduk duduk memandang kesibukan temannya, yang lain sedang melihat para siswa yang sedang bergurau, sementara di dalam ruangan para siswa terlihat sedang memperhatikan instruksi yang diberikan pengujinya. Di ruangan yang lain, ujian praktik sedng berlangsung dan para siswa sedang mengamati preparat yang dihadapinya.

memandang, melihat, mengamati dan memperhatikan  , sebuah kegiatan untuk menjalin kontak dengan lingkungannya, intensi kita ada di dalamnya. saya jarang menyadari hal ini hingga kali ini, saya sempat memperhatikannya.  Sungguh beruntung kita, jika menyadari anyak kesempatan untuk memperhatikan……..