Selamat Natal

Desember 29, 2011

hemmmm masa natal hampir berlalu, dan waku bergerak lambat memasuki penghujung dan menyambut awal yang baru,  banyak sudah ucapan dan selamat yang masuk  via inbox di selulerku. banyak macam ucapan, yang bahkan aku belum sempat membalasnya, utntunglah, aku sudahmengirim beberapa.

akhir tahun ini, sungguh padat, mengantar liburan ke bali, yang entah sudah aku kunjungi berapa belas kali, nothing different, seperti kunjungan terakhir tiga tahun yang lalu. Tapi ada untungnya, karena aku dapat bertemu dengan teman lamaku, yang sudah 20 tahun tidak bertemu – oh ya pak made, kita dah selamat sampai rumah- trimaksaih atas pertemuan yang singkat itu -

Nah menilik ucapan yang kuterima, ada beberapa yang ketika kurenungkan, membawa pemahaman sendiri,

1. merry christmas…. semoga kelahirannya membawa damai dan sukacita bagi kita semua……..

sebuah pengaharapan yang indah, tetapi bukankah Yesus memang datang membawa damai dan sukacita. Aku percaya begitu adanya. tidak lagi aku berharap sukacita dan kedamaian itu akan terjadi. sebab sukacita dan damai sudah datang.

2. hari ini sang penebus telah lahhir dalam kesedehanaan, tapi ikerajaannya tidak akan kerkesudahan. selamat hari natal dan tahun baru. Tuhan memberkati.

yang ini mengabarkan sukacita, bahwa warta gembira sudah datang.  menebarkan berkat Tuhan bagi sesama…… selamat natal juga teman teman.

jadilah, aku ingin memberikan selamat natal bagi semua teman temanku. dan hari Natal ini membawa keindahan bagi diriku. jadi kukabarkan kepada semua teman dan relasiku…….berbilang puluhan mungkin ratusan  relasi,  dan semoga sampai dan tidak nyasar, karena waktu itu langit dipenuhi jutaan pesan yang melayang layang.

Selamat Natal….. bagi semua temanku…..

yang kucinta, semoga tambah kucinta

yang kusayang, semoga tambah kusayang

yang kubenci, semoga tak lagi kubenci.

yang lama tidak bersua, semoga segera jumpa……….

selamat natal semuanya, Tuhan memberkati.

 

ya…….. natal hanya berarti, jika hati menanggapi!

 

 

 

wayah bengi, sak bubaring komuni suci

ing lapangan kang isih teles.

kunci hati

Desember 15, 2011

Mengapa kunci dan hati, dua kata yang jika digabungkan menuai makna yang dalam. Kunci adalah pembuka, sesuatu yang dulunya tertutup, dengannya menjadi dapat dibuka, sesuatu yang dulu tertutup menjadi dapat disapa. Hati adalah diri pribadi, kehendak dan niat yang dalam.
Nah kunci hati menjadi pembuka pribadi yang tertutup, beku dan tak lagi berkehendak. Menjadi kunci hati yang menghidupkan kembali, mengembalikan gairah dan rasa kehidupan, adalah sebuah anugrah yang sangat luar biasa, anugrah yang diberikan oleh Tuhan sendiri, itulah makna kegembiraan dan warta bahagia. Jadilah kabar kegembiraan bagiku…….. selalu.

Itulah dirimu…….
Dalam satu keutuhan diri, kegelisahan, kegembiraan dan
kegalauan bahkan duka yang mendalam
kau gerakkan diantara kebekuan
kau sapa dalam sayat luka seakan tak tersembuhkan.
Tuhan menggunakanmu untuk menyapaku……

Akhir periode ini,
Diiringi lagu no regret.

99 + 3 = 111, Salahkah….?

November 18, 2011

Pengalaman katanya adalah guru yang baik, tapi baik atau tidak tentu bergantung pada yang memandangnya, bergantung pada yang mengambil makna atas pengalaman yang dirasakannya. Nah berkaitan dengan itu, pengalamanku yang satu ini menjadi sesuatu yang sungguh sulit untuk diterima. 99 + 3 = 111? Benarkah…..? salahkah…..? entah bagaimana aku menjawabnya…..!

Satu. Dasar keilmuanku tentu saja harus mengatakan : salah, dengan fontasi yang bold dan underline, besar besar lagi……… Dari sudut manapun kalimat itu tidak dapat dibenarkan! Hayo…. Siapa mo protes.

Dua : Kemanusiaanku mengatakan, apa yang salah dengan kalimat itu? 99 + 3 = 111! Keliru, mungkin…… Kekasihku mengatakan “Apa Kontesknya?” nah itu dia………! Aku harus melihatnya dari sistem yang lebih luas.

Dua a. 99 + 3 = 111, kalimat ini muncul dari orang yang sudah belajar matematika selama 9 tahun lebih…….. sudah kelas XI. Maka kalimat 99 + 3 = 111 itu menjadi Benar. Benar benar menggambarkan carut marut dunia pendidikan mnengah di Indonesia.

Dua b. 99 + 3 = 111, kalimat ini muncul dari orang yang belajar segan, tidak belajarpun suka. Maka kalimat ini menjadi benar. Benar benar menggambarkan kondisi mental dan psikologis siswa.

Dua c. 99 + 3 = 111, kalimat ini muncul dari orang yang menyandang sabit, usai sekolah. Merambah tegal dan sawah untuk memotong rumput buat ternak orang tuannya. Maka kalimat ini benar. Benar benar mengambarkan beban dan tanggung jawab siswa, dunia keseharian siswa, yang bukannya harus belajar, namun juga harus mengerjakan hal lain.

Dua d. 99 + 3 = 111. Kalimat ini dihadapi oleh guru, yang tidak tahu lagi harus bagaimana, saat mendapatkan dari seorang siswanya. Marahkah…..? kasihankah…..? jengkelkah…..? nah….. kalimat itu menjadi benar. Benar benar menggambarkan situasi hati yang dihadapi sang guru. Maka betul kata kekasihkku. “Apa konteksnya?” dan akan kutambahkan “temukan maknanya…….temukan walau mungkin terlalu dalam” ah…… 99 + 3 = 111. Kalimat ini sungguh memperkaya hatiku……….semoga aku dapat menemukan makna… dan memberi arti atas hidup murid murid klu yang istimewa ini……………

 

sangisoring merapi ing wayah udan deres

ing madyo chondro sewelas

dearest, pesan berbalas kata indah

November 11, 2011

Saat kutemukan pesanku berbalas kata indah….tak jauh juga darimu…..

Tuhan merangkai hidup ini tak seindah yang kita pikirkan,  tak sepahit yang kita bayangkan

Tuhan merajut hidup kita dengan kasih yang bersemikan tangis dan senyuman seakan tak pandang perasaan kita

Tapi dengan bijak Tuhan melihat ketulusan hati kita dalam belajar memahami maksudNya. GBU

 

 

Hidupku memang tiada cukup indah, utamanya jika kupikirkan dengan rasioku lebih dalam, namun kutemukan keindahan Tuhan pada dirimu

Hidupku memang tak selalu pahit jika kubayangkan dengan penuh rasa, dan kutemukan kekuatan saat kubayangkan dirimu dengan segenap kepahitan hidupmu.

dan sering juga kurasakan, jika Tuhan itu tega tiada berperi, tapi kaubawa diriku dalam kesadaran kembali,  itulah keindahan Tuhan yang kutemukan pada dirimu.

 

Dan Tuhan menciptakanmu dengan begitu indahnya, supaya dapat dipandang ciptaannya, termasuk daku, menangkap  keindahan yang memahamkanku.

Bahwa keindahan bukan untuk dipikirkan, melainkan diterima dengan hati yang terbuka, Bahwa kepahitan bukan untuk dibayangkan, melainkan diterima dengan penuh keiklasan

 

Sepanjang jalur berliku malam itu, kubaca berulang pesanmu, pesan dari kata indah, dan kurasakan lagi waktu itu, erat, lebih dari sekedar kecintaan manusia, bahkan pada hentakan yang lebih galau.

 

Dearest kasihku…

Tahukah yang kurasakan saat itu?

Saat pesanku tiada berbalas,

Saat pintaku kau kirimkan.

 

Dearest, kasihku..

Aku sungguh merasa berdosa,

Membuatmu memaksakan dirimu untuk tetap menopangku, diatas segenap kepahitanmu

Maafkanku, telah meminta satu hal yang mungkin sulit dan berat bagimu….hingga kau lakukan yang tidak kau inginkan, dan tak kaulakukan yang kau mau. Seperti ingin tapi tak ingin.

 

Dearest kasihku,

Ingin kupinta lagi, tak sampai hatiku…… maafkanku…….

Kutunggu waktu, menjenguk hatimu…..maafkanku……………kasihku!!!

 

 

Malam sepi, dalam kegilaan roda terburu.

Larut malam

Taman Ego

Oktober 11, 2011

PPTR – Pagar Pintu Tinggi rapat

Ya, mungkin kamu belum pernah mendengar singkatan itu, PPTR memang, singkatan itu hanya berlaku regional bin lokal, bahkan personal maka angat mungkin kamu tidak tahu kepannjanggannya. PPTR – pagar pintu tinggi rapat – ya, pagar dan pintu yang tinggi tinggi, namun tertutup rapat.
Tidak lebih dari sebulan lalu, aku mendapatkan potongan gambar dengan dengan judul kecil di sudut kanan atas, perumahan taman ego. Judul ini sendiri sudah tidak sesuai dengan isi yang digambarkan disitu. Selayaknya, sebuah ego, tidak puas dengan inisiasi yang kecil – mestinya kalo mungkin sebesar besarnya. Tapi biarlah, itu kan hanya potongan gambar yang sederhana.
Nah…… yang tidak sederhana adalah gambar rumah di sekuel Perumaha taman Ego tersebut. Semua rumah yang ada digambar besar besar dan dengan pagar yang kuat kokoh, tinggi menawan – pokoknya flamboyan! Ciri yang ditampakkan juga hampir semua rumah tertutup rapat, dengan tulisan awas anjing galak digantung dipintunya. Entah apa maksud tulisan tersebut, yang pasti ada yang galak di balik pagar itu, entah anjingnya entah penghuninya, ataukah yang yang menghuni rumah itu seorang anjing.
Nah….. aku jadi melihat kampusku…… pintu kembar yang tinggi besar itu, jarang dibuka, hampir kehilangan fungsinya sebagai gerbang – regol kata orang orang tua dulu. Dan kini dibangun pagar yang tinggi dan kokoh, megah berlapis porselin. Dua kali lebih tingi dari pintu besi yang sudah tinggi.
Ah………. hatiku masgul dan bertanya…….. mengarang sendiri jawaban yang mungkin tidak akan kudapatkan;
1. Estetika – ya,mungkin itu jawaban dari pertanyaan ku yang pertama, mengapa dibuat pagar yang sedeikian tinggi – baiklah tapi hati orang orang akan menjawab berbeda. Tidaklah pantas pagar itu dibangun, indah yang bagaimana jika tidak selaras dengan lingkungannya.
2. Untukkeamanan – mungkin itu jawaban kedua dari pertanyaan ku yang pertama, entah apa apa yang harus diamankan. Diamankan sendiri mengandung banyak makna, yang pertama adalah diisolasi agar tidak terjadi interaksi dengan duania luar – inikah yang dimaksud? Wallahuallam, makna kedua dari adalah menutupi fakta, sehingga informasi tidak keluar – ini gaya orde baru – tapi apakah yang hendak ditutupi? Apakah terjadi sesuatu yang tidak benar didalamnya, wallahuallam juga?
3. Ya biar tho – bangunnya pake uang saya. Nah ini jawaban yang paling masuk akal dan paling mungkin kudapatkan atas pertanyaanku yang pertama, dan itu berarti dialog ini sudah tersumbat. Sebab yang empunya tinggal di perumahan taman ego.
Okelah,….. apapun itu, lihatlah kedalam kalo ada yang ingin ditutupi, berbenahlah untuk menyelaraskan kembali, tidak dengan membangun pagar tinggi. Kalo menginginkan keindahan, buatlah selaras dengan lingkungan sekitar – bukan dengan membuat pagar tinggi , kalo sekedar memuaskan dahaga egomu……wallahuallam…

Ing duwur bangku kang gowang
Ancik ancik tenganging chandro sepuluh

yang kuperlu

Agustus 25, 2011

Hari ini kutemukan jawab atas rencanamu

Saat kusadari, akan pencobaanmu

Tidak adil memang, saat kau perlakukan sekehendak hatinya.

Tapi hidup memang tidak adil, bahkan darinya, yang mengaku terpanggil melayanimu.

 

Entah apapun yang terjadi,  semua harus kuhadapi

Tak perlu ku meratapi, dan biarlah dirimu mengaturnya.

Andai benar yang kurasakan, biarlah kumenemukan maknanya,

Andai tidak benar yang kurasakan, biarlah dirimu mengingatkannya,

 

Tak perlu lagi ku meratapi, yang terjadi padaku, kusudah mengungkapkan apa yang menurutku benar, bahwa dirinya tidak menyukaiku, itu masalahnya, bahwa dirinya menyingkirkanku, itu kehendaknya, yang entah suatu  saat, baju akan diukurkan pula kepadanya.

Besarlah hatiku, saat kepadaku diletakkan salib, dan kutau, dirimu menguatkanku

 

Yang kuperlu

Hanyalah menemukanku, memahami rencanamu

Banyak hal yang dapat kulakukan banyak hal dapat kuperbuat

Yang kuperlu

Hanyalah melangkahkan kakiku

Yang kuperlu

Hanyalah menata hidupku, dan mungkin memaafkannya.

 

SND – tawangmangu

Luh tumetesing kinary ing gusti

malam dingin

Agustus 25, 2011

Semilir angin kencang, membalut tubuhku yang berselimut jaket

Gelap malam  membayang menutup gunung yang tadi tampak demikian cantiknya.

Kotak radioku mengalunkan lagu lama, lama banget

 

……..Love me tender love me sweet, ….. take me to your heart….

Love me tender, love me love, tell me that you are mine……..

 

Mengalun… membawa kerinduanku, hingga pucuk pucuk  dingin membeku

Kuingin hantarkan kabar padamu, aku rindu…..

Kuingin hantarkan kabar padamu, aku membutuhkan mu

Adakah dirimu masih terjaga, hingga pesanku tersampaikan…….

Tapi…..hatiku mengingkarinya, Ku tak ingin ganggu mu di peraduan, dan biarlah kerinduangku merambah pucuk pucuk cemara yang membeku

 

Tawangmangu

Tengahing wengi rikala ati krasa atis

SOLD…….!

Juli 29, 2011

Kadang kala, akan kita temukan, beberapa orang, yang karena obsesi tertentu,  atau pengaruh orang tertentu, meninggalkan dirinya, kebenaran dan kemuliaan, dan bahkan keyakinannya. yang ada hanya kepalsuan, kekuasaan dan keakuan. ada kalanya………. mereka dapat kembali, menyadari namun banyak juga yang tenggelam dalam bayang bayang…….. utuliskan khusus untuk mereka…….

 

#

 

Sold

 

Memang tak banyak tamu di peraduanmu,

tak lebih banyak lagi yang menawar

tapi diantara satu, atau dua, atau tiga itu, …

kau terima dengan segenap hati.

Dengan segenap rasa bias membuta.

 

Mengapa tak hanya kaugadai saja

Jiwa dan asa yang dalam peraduanmu,

Mengapa tak kau gadai saja…

Hingga masih kau miliki rasa nurani

 

Akhirnya terjual juga…..

Entah tersisa seadanya,

Tak lagi kutemukan,  selasar  putih membedakan

Tak lagi kutemukan paras jernih cerminkan hati.

Tak lagi kutemukan, untaian kata gambarkan niat putih,

Akhirnya……….

Tak lagi kutemukan dirimu……. Dan hatimu…. Dan rasamu….. dan budimu….

Akhirnya….. terjual juga…..

 

 

 

 

Pungkasaning candra kapitu,

Sumilir bayu kang wiwit atis

malam sunyi

Juni 17, 2011

saat sendiri, jauh dari siapapun yng ada dihati, berteman dengan langit malam dan sunyi. Udara dingin membelai kulit tipis tak berlapis. Pesan malam mengantarkan tiap rasa mencoba melepas rindu.

 

 

Kutitip rasaku dalam sunyi  malam

 

 

 

 

Kata teruntai melintas di langit jauh

Menerawang dalam gulita langit malam

Berkeriap dalam lintasan

Membawa pesanku jauh kepadamu…….

 

 

Tiap kali kukirimkan, sekali juga kudapatkan

Berjejer membelah malam,  melampaui dingin  sepi

Tiap kali kukirimkan, membawa sejengkal rasa yang kian lama menggumpal pekat

Pesanku membawamu dekat padaku, pesanmu membawaku dekat padamu

 

 

Ku ulang pesan demi  pesan, melintas malam

Berharap kau jauh disisiku

Hingga tak lagi sepi, dan sunyi beranjak pergi

Hingga malam menepi pagi, saat kusadari

Dirimu jauh ditepian sunyi

Hingga kusadari dirimu jauh di tepi lautan sunyi…..

Saat malam menepi pagi

Hatiku sunyi……..

 

 

 

 

 

Atising ati ing wayah sepi

Malam malam sunyi, saat kukirim beribu pesan, menawar sunyi

Saat hati mencoba melawan sepi

Malang, diakhir perjalanan awal penantian

Tak Mampu

Juni 17, 2011

ada kalanya dan sering kalli terjadi, saat sat dimana kita merasa tak mampu melawan kehendak hati,

 

TAK MAMPU

 

Saat raga tak lagi mampu memendam rasa

Saat jiwa tak lagi mampu memendam asa

Saat suara tak mampu meneriakkan kata

Dan hasratpun terbungkam

 

Kuteriakkan kata membisu

Menerakan warta tak boleh kumengerti

Kuingin dunia mengerti satu hal kututupi

 

Maka kugantungkan dalam dalam

Kuletakkan erat  dekat dadaku

Kuingin kau dengar detakku

Kuingin kau cumbu degup kencangku

Saat kulintas nama dan gambaranmu

 

Kuingin mereka tahu, Bahwa kau ada di dadaku

Kuingin mereka mengerti, bahwa kau ada dihati

Saat tak mampu lagi…..

Kugantung didadaku, biar kudekap erat

Ku gantung didadaku, biar kugenggam setiap waktu…….

 

Saat tak lagi mampu……..

 

 

 

 

 

Saat rembulan tak utuh, dan dingin merayap, menyapa hati yang diam membisu dalam kesunyian

Pungkasan ratri binurat chandra

Badut malang


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.