Di tepian

By clejoerint

Someone told me about the edge
Where the border closely no limit
and the road doesn’t pathly anymore

there is only no air
neither water I can swim in it
the light
sining like a knife
cuting through my eyes

the shape saw unclearly
plenthing my pain with fearness
………………..

di ujung batas
saat jejak tak lagi jelas
udara mengambang menyesak

setetes air tak teraih
gapaian tangan tanpa asa
meneriakkan kerinduan
dan hidup teruntai tipis
dalam ayunan selembut jala laba laba
mengayun dalam kecemasan

dimanakah engkau wahai hidupku
puaskan dahagaku
alirkan hawa dalam sesak dadaku
detakkan jantung bekuku

kadya rina ing pungkasan
surya lumingsir alon
ginayuh ing pepetenging ratri

sapa kang bakal nyawiske…
uriping latu ing gandok
kanggo pepadhanging atiku…

Sumonggo Gusti…
Paring pangarem arem
Kagem sangunning gesang
Nuwuhaken pengajeng
Ing sadhawahing pangandikan Dalem

Dan Dikau mengapa…
Menyentuhku dengan sinar sejukMu
Hidupkanku
Saatku gapai batas batas
Saatku nyaris menyerah
dalam kuasa kecemasanku
Kau lepas selarik nafas
Dalam kesesakan terkoyak

Why Lord…….
Why do You give me
this kind of live…..
why do You choose me
what do You want to say………….
So I must live in strugling

So…
Let me be a mesenger
Let me say only your words
Let me do only your think
And let me live only your life

Gunakanlah Tuhan…
Bibir dan pikiranku
Tangan dan kakiku
Niat dan keinginanku
Hanya dalam kehendakMu

Tag: ,

Satu Tanggapan ke “Di tepian”

  1. tanti Berkata:

    I think I’m quite familiar with this writing. Remember my HAPPY EASTER TANTI? You enclosed this in in it.

Tinggalkan Balasan