hari ini, mataku terbuka lebih lebar lagi. saat ku mendangar dua kalimat yang sungguh berbeda. sederhana tapi sungguh dalam maknanya.
Temanku: ” Wah…… sepagi ini kok sudah terasa gerah…ya, jangan jangan gunung Merapi gegenen” Temanku juga : Weh! gerah gimana, orang saya kedinginan sampai harus paka sweater gini”
Nah….. siapa yang benar….? keduanya?
Jadi, tubuh merasakan apa yang ingin dirasakan, indera kita penghubung sekaligus penghalang, yang tampak adalah yang ingin kita lihat, yang kita dengar adalah suara yang ingin kita dengar, yang kita rasa adalah sensasi yang ingin kita dapatkan…
Seperti Guru pernah mengatakan : “Kamu melihat, tapi tidak mengetahui dan mendengar namun tidak mengerti “
Jadi apa guna indera bagi kita, jika tidak membawa kita pada kebenaran……??? eh…iya…ya, apa guna garam jika tidak lagi terasa asin…..
April 14, 2008 pukul 4:26 pm |
iya yah.., kayaknya sayang kalo punya telinga tapi cuma buat ‘denger’ bukan ‘menyimak’. Punya mata cuma buat melihat, tapi gak memperhatikan.
Tapi yg namanya kebenaran itu emg relatif kok, tergantung siapa yg ngomong
-salam kenal-