hari ini, tetanggaku seorang ibu muda, memberikan pelajaran berharga buatku. Sore itu, si ibu muda mendapati anaknya, yang masih di sekolah dasar, merusakkan sepedanya, karena tidak dipakai dengan benar. Anak itu menangis karena sepeda kesayangannya rusak. sang ibu berkata ” yo wis to, wis kebacut rusak, sesuk tuku maneh” mendengar perkataan itu,si anak berhenti menangis dan ibu muda itupun senang dan lega.
ah…. begitu sederhana.
Manusia dikaruniai kemampuan untuk memutuskan dan menentukan langkah yang harus dilakukan, justru karena itu, manusia tidak bebas dari kesalahan. Setiap manusia, tentu pernah melakukan kesalahan, pernah diampuni dan pernah dimaafkan….
diampuni kesalahannya, berarti pelaku tidak perlu mendapatkan konsekuensi atas kesalahan yang dilakukannya, kesalahanya dianggap tidak ada dan tidak pernah dilakukan alias tidak pernah terjadi….
dimaafkan kesalahannya, berarti tidak dimasukkan dalam hati dan tidak dingat lagi, namun kesalahan itu tetap ada, pernah dilakukan namun tidak diperhitungkan.
satu yang membedakan diantara keduanya adalah, mengampuni membebaskan pelaku dari konsekuensi sedangkan memaafkan tidak menghapuskan konsekuensi dari kesalahan yang dilakukannya.
Jadi, apakah kita akan mengampuni ataukah kita akan memaafkan……
ya….ampun, maafkan saya yang kadang kadang kurang kerjaan….
Tag: ampun, konsekuensi, maaf