Bener, judulnya memang hati selembut batu. Kalau kita boleh menuliskan hati selembut salju, atau bahkan hati selembut awan, maka boleh jugalah judul diatas digunakan. hati selembut batu. nah, jika kamu punya kolega, yang sifatnya menjengkelkan, pura pura mendengarkan usul, padahal pendapatnya sendiri yang dipakai, yang seakan senang berdialog, padahal tidak mau, selalu monolog, yang katanya demokratis, padahal mau menang sendiri, yang katanya terbuka, padahal dipintu hatinya gagah berdiri egonya. yang katanya memaafkan padahal menutup hati. yang mendasarkan sikap pada rasa hati(nya sendiri), yang…. ya….. ah, pokoknya taulah…………..( ups……..aku iku maksa nih…..) baca deh berikut !
samudra tak bersungai
katamu tiada bercermin alam hatimu
riak riak hasratmu tak goyah
kebenaran hatimu adalah kehendakmu
merah hatimu serupa putih dalam balutan kata merayu
duhai tuhanku…..
kau mainkan kata seakan hasratku
kau guratkan dalam keteguhan membatu
tak hendak kau buka
kata hati untuk berbagi
saat mata kehilangan sinar
dan teliga meloloskan setiap bunyi
adakah batu sekeras kehendak kalbu
pun batu luluh oleh sepoi angin
pun batu luluh oleh desiran air
samudramu tak bersungai
mengukir alammu dalam kelok menawan
duhai tuhanku…..
adakah kau buka selasar kecil dalam permenunganmu
itulah…. mengapa aku pake t dan bukan T
Tag: Add new tag, hati, samudra