Saat kutemukan pesanku berbalas kata indah….tak jauh juga darimu…..
Tuhan merangkai hidup ini tak seindah yang kita pikirkan, tak sepahit yang kita bayangkan
Tuhan merajut hidup kita dengan kasih yang bersemikan tangis dan senyuman seakan tak pandang perasaan kita
Tapi dengan bijak Tuhan melihat ketulusan hati kita dalam belajar memahami maksudNya. GBU
Hidupku memang tiada cukup indah, utamanya jika kupikirkan dengan rasioku lebih dalam, namun kutemukan keindahan Tuhan pada dirimu
Hidupku memang tak selalu pahit jika kubayangkan dengan penuh rasa, dan kutemukan kekuatan saat kubayangkan dirimu dengan segenap kepahitan hidupmu.
dan sering juga kurasakan, jika Tuhan itu tega tiada berperi, tapi kaubawa diriku dalam kesadaran kembali, itulah keindahan Tuhan yang kutemukan pada dirimu.
Dan Tuhan menciptakanmu dengan begitu indahnya, supaya dapat dipandang ciptaannya, termasuk daku, menangkap keindahan yang memahamkanku.
Bahwa keindahan bukan untuk dipikirkan, melainkan diterima dengan hati yang terbuka, Bahwa kepahitan bukan untuk dibayangkan, melainkan diterima dengan penuh keiklasan
Sepanjang jalur berliku malam itu, kubaca berulang pesanmu, pesan dari kata indah, dan kurasakan lagi waktu itu, erat, lebih dari sekedar kecintaan manusia, bahkan pada hentakan yang lebih galau.
Dearest kasihku…
Tahukah yang kurasakan saat itu?
Saat pesanku tiada berbalas,
Saat pintaku kau kirimkan.
Dearest, kasihku..
Aku sungguh merasa berdosa,
Membuatmu memaksakan dirimu untuk tetap menopangku, diatas segenap kepahitanmu
Maafkanku, telah meminta satu hal yang mungkin sulit dan berat bagimu….hingga kau lakukan yang tidak kau inginkan, dan tak kaulakukan yang kau mau. Seperti ingin tapi tak ingin.
Dearest kasihku,
Ingin kupinta lagi, tak sampai hatiku…… maafkanku…….
Kutunggu waktu, menjenguk hatimu…..maafkanku……………kasihku!!!
Malam sepi, dalam kegilaan roda terburu.
Larut malam