amarah

April 22, 2008 oleh clejoerint

malam ini. aku diliputi amarah….

ingin aku berteriak keras…..

ingin aku melepaskan  beban hatiku……

tapi malam terlanjur sepi….

dan amarahku tetap di dalam …..

menggumpal menyakiti hatiku……

andai aku bisa melepaskan

andai aku bisa bercerita…..

andai……..

ampun deh.. maaf

April 19, 2008 oleh clejoerint

hari ini, tetanggaku seorang ibu muda, memberikan pelajaran berharga buatku. Sore itu, si ibu muda mendapati anaknya, yang masih di sekolah dasar, merusakkan sepedanya, karena tidak dipakai dengan benar. Anak itu menangis karena sepeda kesayangannya rusak. sang ibu berkata ” yo wis to, wis kebacut rusak, sesuk tuku maneh” mendengar perkataan itu,si anak berhenti menangis dan ibu muda itupun senang dan lega.

ah…. begitu sederhana.

Manusia dikaruniai kemampuan untuk memutuskan dan menentukan langkah yang harus dilakukan, justru karena itu, manusia tidak bebas dari kesalahan. Setiap manusia, tentu pernah melakukan kesalahan, pernah diampuni dan pernah dimaafkan….

diampuni kesalahannya, berarti pelaku tidak perlu mendapatkan konsekuensi atas kesalahan yang dilakukannya, kesalahanya dianggap tidak ada dan tidak pernah dilakukan alias tidak pernah terjadi….

dimaafkan kesalahannya, berarti tidak dimasukkan dalam hati dan tidak dingat lagi, namun kesalahan itu tetap ada, pernah dilakukan namun tidak diperhitungkan.

satu yang membedakan diantara keduanya adalah, mengampuni membebaskan pelaku dari konsekuensi sedangkan memaafkan tidak menghapuskan konsekuensi dari kesalahan yang dilakukannya.

Jadi, apakah kita akan mengampuni ataukah kita akan memaafkan……

ya….ampun, maafkan saya yang kadang kadang kurang kerjaan….

melihat

April 19, 2008 oleh clejoerint

kemarin sore hujan teramat deras, sementara itu aku hampir selesai dalam kegiatanku memberi bimbingan belajar di kota. Menjelang menit menit terakhir, saat soal terakhir masih diselesaikan oleh sang murid – saat hujan turun dengan derasnya.

” Pak Jo, nanti kalau hujan masih deras, jangan pulang dulu. Tunggulah agar hujan agak mereda”. lanjutnya ” surup surup begini, berbahaya mengendarai motor dalam hujan. Pak Jo bisa melihat lampu kendaraan lain, tapi mobil mobil lain sangat mungkin tidak dapat melihat lampu kendaraan bapak.

Nah….. aku membatin….. benar juga kontak hanya terjadi jika keduanya memberi sekaligus menerima, bertepuk tidak bisa sebelah tangan, pesan hanya berguna jika sampai pada yang membutuhkan.

Sang Guru pernah berkata ” Bukan kamu yang memilih aku, tapi Aku yang memilih kamu” dan kita dikaruniai kebebasan untuk menentukan menanggapi atau tidak menanggapi cintaNya

semangat

April 19, 2008 oleh clejoerint

hari ini, satu butir permata kukumpulkan lagi dari para anak muridku. tidak ada yang istimewa sebenarnya, terkait dengan peristiwa itu…

satu sore… saat mendampingi mereka belajar matematika. dikelas, kuhadapi wajah wajah penat, bagaikan kertas lusuh yang tercoret, wah…payah….aku sendiri sebenarnya juga terasa penat. bayangkan dari jam 7 pagi hingga jam 6 belum berhenti, memang pekan pekan ini sungguh melelahkan….betul juga demam UAN membuat segalanya bergerak amat cepat….. semoga keburu..

jadi….. ” hay….. ayo, kita sudah disini, mo apa lagi…..badan boleh lelah, hati boleh bt, tapi satu yang tidak boleh kendor….. tetap semangat…..” ku pompa volume suara dan darah ke wajah…. hehe biar tetap kelihatan handsome…. dan belajar berlanjut.

dan usai itu, saat anak berpamitan pulang, salah satu diantaranya berkata…. “pak… terima kasih atas semangatnya…..” aku tersenyum….ah…. semangat memang seperti penyakit menular.

di kelas, sendiri, aku teringat remaja tadi…….

semangat membuat segalanya menjadi ringan, semangat membuat pekerjaan menjadi hidup, pekerjaan boleh sama, tapi semangat membedakan…..memberi jiwa pada apa yang kita lakukan…memberikan sebagian dari kita kepada mereka.

Sang Guru pernah berkata ” lakukanlah dengan sepenuh hati….sebab disitu kamu berada, tiada sahabat yang lebih dekat, selain mereka yang memberikan dirinya pada sahabatnya”

alasan…….??

April 17, 2008 oleh clejoerint

hari ini, aku masih masgul, kemarin sore, saat bertemu dengan murid murid ku, ada satu pertanyaan yangtidak dapat kumengerti maksudnya. Semalaman aku coba untuk mengerti namun tak dapat kutemukan juga…… bahkan jawabanku benar atau tidak, itupun masih ragu.

“pak….. apakah cinta perlu alasan….? nah, aku terhenyak, “maksudnya….”, “maksudnya apakah untuk mencintai perlu alasan?”, “tidak” jawabku spontan. “jadi tidak perlu alasan juga untuk tidak mencintai…..?” ah…. ini para remaja bikin bingung menjawab, terusnya ” jadi tidak ada alasannya dulu bapak menikahi istri bapak…..!” blaik……. mau sampai kemana pertanyaan ini. Sebentar akku tidakbisa menjawab ” itu sebuah pilihan ” jawabku, setelah mencoba mencari udangdibalik pertanyaan itu. sekarang jadi muridku yang tidak bisa meneruskan pertanyaan itu….. he he he…

dalam keheningan malam dan dinginnya udara, aku mencoba mencerna lagi pertanyaan sederhana itu……

cinta adalah anugerah, diberikan Tuhan kepada kita.  dan karena cintaNya, kita diberi kemampuan untuk menentukan pilihan  untuk mencintai atau tidak mencintai. Cinta itu tetap ada, sebab cinta itu hidup. Hidup lah cinta, adakah hidup tanpa cinta…..?

Sang Guru pernah berkata ” cintailah sesamamu, seperti mencintai dirimu sendiri” begitu indah , begitu sulit, begitu dalam…..

rasa

April 4, 2008 oleh clejoerint

hari ini, mataku terbuka lebih lebar lagi. saat ku mendangar dua kalimat yang sungguh berbeda. sederhana tapi sungguh dalam maknanya.

Temanku: ” Wah…… sepagi ini kok sudah terasa gerah…ya, jangan jangan gunung Merapi gegenen” Temanku juga : Weh! gerah gimana, orang saya kedinginan sampai harus paka sweater gini”

Nah….. siapa yang benar….? keduanya?

Jadi, tubuh merasakan apa yang ingin dirasakan, indera kita penghubung sekaligus penghalang, yang tampak adalah yang ingin kita lihat, yang kita dengar adalah suara yang ingin kita dengar, yang kita rasa adalah sensasi yang ingin kita dapatkan…

Seperti Guru pernah mengatakan : “Kamu melihat, tapi tidak mengetahui dan mendengar namun tidak mengerti “

Jadi apa guna indera bagi kita, jika tidak membawa kita pada kebenaran……??? eh…iya…ya, apa guna garam jika tidak lagi terasa asin…..

Daun Jatuh diatas beranda

April 4, 2008 oleh clejoerint

hari ini, saat subuh belum beranjak, dan matahari masih agak malu menampakkan diri.

Sehabis mandi pagi, seperempat menjelang jam enam aku duduk di beranda sembari menghisap racun organik (begitu aku menyebut tembakau), menunggu anak anak siap untuk kesekolah.

tak bersuara, sebuah daun pohon rambutan melayang jatuh, tak kan menarik perhatianku, andai saja aku tidak beranjak untuk menyapu halaman. Hemmmm… aneh…. daun masih hijau …….jatuh, gugur, pada waktu pagi lagi….

penasaran, kulihat sekeliling….. ada cukup banyak daun yang senasib, belum menguning tapi berguguran. aneh… dan tak kupahami hingga kini aku tuliskan…… ah… begitu banyak yang tidak dimengerti, bahkan disekitar rumah tinggal kita…..ahh…. hari ini, aku tersadar bahwa aku mengerti bahwa aku tidak mengerti…..

tahu

April 2, 2008 oleh clejoerint

malam ini….. aku mendengar lagi suara gemerincing pakdhe sharjoe. Paktua yang sudah kehilangan pengelihatan sejak kecil itu mendekat dari ujung gang. cring cring cring…….

“wah…. kadingaren pakdhe…. datangnya agak larut….” sapaku, “hari ini sepi sekali nggih …pakdhe….!” sambungku.

dengan tongkat ditangan, pakdhe sharjoe, berjalan pelan, tapi mantap, seakan kekurangannya tidak menghalangi langkahnya…

‘lha enggih…. kendel radi dangu wonten ngandap …. kok kadhose wonten tiyang sami ngadeg wonten sangandhap uwit kluwih nginggil rika, nopo leres pak guru…….”

dengan heran aku tengok, dan kulihat di kegelapan bayang pohonkluwih itu…. kerlip nyala rokok berkedip…..

Ah…. pakdhe sharjoe yang buta mengerti…. sementara aku yang merasa tidak berkekurangan justru tidak mengetahuinya…… Jadi siapa yang buta…….

melihat dari sisi lain

April 2, 2008 oleh clejoerint

Adakah hidup yang hanya beralaskan kesenangan ?
Adakah hidup yang hanya berisikan sendau gurau
Adakah hidup yang tiada mengenal
Akan sakitnya kaki yang melepuh?
Akan perihnya tangan yang lecet?
Akan lumpuhnya tungkai dalam kelelahan?
Akan derasnya peluh mengalir?
Akan galau jiwa dalam tekanan?

Hanya terasa segar , kala kita sudah berpeluh.
Hanya terasa ringan, kala jiwa kita pernah galau
Tiada terasa berat, hanya jika kita pernah mengalaminya.
Tiada kita merasakan, hanya jika kita memulainya.

Hanya Mahoni yang tumbuh di lereng gunung yang tampak kekar
Hanya Kaktus yang tumbuh di gurun nan gersang yang tumbuh menarik hati
Hanya Beringin yang tumbuh di lereng terjal yang bertahan dalam terpaan angin
Hanya Trembesi tinggi yang mendapat limpahan sinar matahri, lebih dari yang lain.
Hanya kayu tua yang mengalun bunyi senandung merdu.

Batu kali hanya tampak mengagumkan, berselimut air ribuan arus
Batu karang hanya tampak mencengangkan, bercengkrama belaian angin tiada henti
Batu gunung hanya tampak hebat, diguncang getaran berjuta kali
Batu intan hanya bersinar, dalam himpitan tiada henti

Di tepian

April 2, 2008 oleh clejoerint

Someone told me about the edge
Where the border closely no limit
and the road doesn’t pathly anymore

there is only no air
neither water I can swim in it
the light
sining like a knife
cuting through my eyes

the shape saw unclearly
plenthing my pain with fearness
………………..

di ujung batas
saat jejak tak lagi jelas
udara mengambang menyesak

setetes air tak teraih
gapaian tangan tanpa asa
meneriakkan kerinduan
dan hidup teruntai tipis
dalam ayunan selembut jala laba laba
mengayun dalam kecemasan

dimanakah engkau wahai hidupku
puaskan dahagaku
alirkan hawa dalam sesak dadaku
detakkan jantung bekuku

kadya rina ing pungkasan
surya lumingsir alon
ginayuh ing pepetenging ratri

sapa kang bakal nyawiske…
uriping latu ing gandok
kanggo pepadhanging atiku…

Sumonggo Gusti…
Paring pangarem arem
Kagem sangunning gesang
Nuwuhaken pengajeng
Ing sadhawahing pangandikan Dalem

Dan Dikau mengapa…
Menyentuhku dengan sinar sejukMu
Hidupkanku
Saatku gapai batas batas
Saatku nyaris menyerah
dalam kuasa kecemasanku
Kau lepas selarik nafas
Dalam kesesakan terkoyak

Why Lord…….
Why do You give me
this kind of live…..
why do You choose me
what do You want to say………….
So I must live in strugling

So…
Let me be a mesenger
Let me say only your words
Let me do only your think
And let me live only your life

Gunakanlah Tuhan…
Bibir dan pikiranku
Tangan dan kakiku
Niat dan keinginanku
Hanya dalam kehendakMu