Tinggalkan komentar

the world is not enough

cukup iku tibaning mung ing rasa, cukup iku sethithik kang ora kurang lan uga okeh kang ura turah. ora cukup iku ora mesthi amarga mung sethithik, ora cukup iku ora mesthi ora turah

 

 

the world is not enough……..

 

 

tidaklah cukup dunia ini memandangmu

melihat dan menyambangi persinggahanmu

dan memandangmu lekat dan lama

 

tidaklah cukup dunia ini mendengar keberadaanmu

menyimak lagu kalimat suara beratmu

duduk dan mengobrol di pojok taman itu

 

tidaklah cukup di dunia  memandangmu

dan menyusuri tiap lekuk wajah dan parasmu

menyelam didasar kedalaman beningmu

 

tidaklah cukup dunia ini tanpa lukisan gambarmu

yang kuterakan di setiap dinding dan mataku

tidaklah cukup dunia ini tanpa nyanyian pujianmu

yang kulagukan dengan setiap serpih hati

yang kupujakan dengan setiap dengkur suaraku

 

tidaklah cukup dunia ini tanpamu…..

 

 

 

 

 

cukup ataukah tidak mungkin tak terlalu kau hirau….

Tinggalkan komentar

semalaman hujan

hujan sepanjang malam ataukah semalaman hujan tentu tidak da bedanya, tapi ku tak akan menyebutnya hujan sepanjang malam. rasaku lebih nyaman mengatakan semalaman hujan, karena bukan hujannya yang penting bagiku tapi semalaman itu yang aku lalui….

 

 

semalaman hujan….

 

 

bahkan saat senja masih mengulum cahaya

matahari belum merapatkan kelambunya

dan langit matang dengan warna jingganya

menjadikanmu cantik di langit barat sana

seakan tak peduli mendung kelabu di atas kepalaku

yang mendesak menyisakan celah sempit untukmu

senja ini hujan belum akan turun menutupimu

 

setelah itu pasti gelap datang mengurungku

awan meratakan dirinya menyembunyikanmu

dilepasnya tirai basah mengembang mengambang

membuat kabut putih meluruh di semua langit

rintik air menghiasi jalan panjang malam  ini

membesar dalam angin yang mendadak ribut

menggambarmu di setiap sudut malam

meletakkanmu dalam tiap tirai kusibakkan

 

 

 

 

disepanjang malam yang kutemukan hanya kabut putih melingkupi mu …..

 

Tinggalkan komentar

saat malam turun hujan…

saat malam hujan turun, titik titik air mengabut di bawah lampu jalan, udara memutih dan menutup pandangan bagai bayangan tak jelas, buram! di bawah lampu teras di tengah malam yang sepi, air terhanyut angin menyentuhku dingin…..

 

 

 

saat malam turun hujan…..

 

 

 

udara lembab basah diguyur hujan

air memenuhi ruang mengambang mengasap

cahaya membias diantara kabut air

dan titik titik air yang melayang mencari tempat hinggap

dunia bagai tenggelam dalam air keruh

pandang mengabut berbayang bayang buram

hanya air dan asap kabut menemani

melalui malam di tengah menjelang pagi

 

kucari mu diantara buram bayang

dibalik berkas lapisan kabut air putih

kutembus bayangan memangkas waktu

kuterawang jauh di balik bintang gubug rubuh

adakah dapat kulihat dirimu semalam ini

adakah dapat kutemukan dirimu semalam ini

membawakan ku lelap tak dapat kumiliki

 

 

 

 

 

gerimis terus berlanjut, menyambut pagi saat lelap tak ingin kumiliki….

 

Tinggalkan komentar

jalma tanpa biyung….

entah dirimu milik siapa, dengan nama yang tak kau paham. adakah ayahmu pernah menginginkanmu hingga ditinggalkan diam. entah siapakah ibu yang melahirkanmu, hingga begitu keras hati batu kepalamu……

 

 

 

jalma tanpa biyung…..

 

 

 

opo  yo kowe kaparingan

tugelaningg ati kang mesthine dadi darbekmu

wohing tresno bapa klawan biyungmu

linimbaran ing kersaning gusti aurip

 

opo yo ono kang kapacak ing dhadhamu

sumbering katresnan kang bakal dadi

winihing urip kang uwis kelakon

sadhawaning wektu kaparingan mring sliramu

 

opo yo wis tau dadi miliking diri

pepadhang kang nate ndak wedarke

paring pangandikanku ora pedhot

paring pepeling uga pitutur jati

 

opo yo wus nate dadi krentegmu

kencenging pikir dadi pasinaonmu

antebing kalbu dadi lambarane niatmu

obahing raga kinaryo ing wektumu

 

 

 

 

 

anak anak  ini sungguh bebal, berhati batu, berotak besar tak tentu, bahkan sekedar untuk mendengarkan, malanglah ibu yang pernah mengandugnya…..

 

Tinggalkan komentar

docking on yours…

pada akhirnya bersandar dan berlabuh di persinggahanmu, setelah menempuh setiap jalan di gunung itu, berkelok meniti jalan tak henti, setelah menempuh sepanjang malam malam mendebarkan itu, pada akhirnya hanyalah dalam dirimu…

 

 

docking on yours

 

 

 

likely a boat sails on the ocean

facing up the the stormy sea

riding up the wave gently

 

waiting for the rear wind that move

waiting for the moon as light source

waiting for the star as the direction

 

hundreds of years is nothing

thousands of days is meaningless

much more time is useless

 

the harbor is you finally

docking up in the restless age

and turning on the light source

 

 

 

 

pada akhirnya adalah berlabh dan berandar di persinggahan itu…..

 

 

Tinggalkan komentar

pengembaraan malam……

malam menjadi semakin larut, jalanan menjadi semakin sepi, suasana menjadi semakin sunyii, udara menjadi semakin dingin. mata semakin tak terpejam, rasa menjadi kian resah, perjalanan menjadi kian jauh entah sampai dimana…….

pengembaraan malam……

bulan yang tampak utuh menjadi peluit
tanda bahwa kakiku harus melangkah lagi
mengukur jalan khayal yang kulalui
tanda bahwa tanganku harus mengayuh lagi
menyibak angin yang tak hendak bertiup
tanda bahwa mataku harus menatap tak henti
menghitung hari yang telah berlalu
dalam tiap kenangan sepimu

kakiku melangkah menyinggahi
tempatmu pernah berada dan bertemu
di sepanjang waktu yang selalu ku ingat
tanganku merangkai menggayuhmu
dan kulekatkan dalam tiap tauatan bersama
mataku memandang langit singgasanamu
mengharap hadirmu sepanjang malam tak menentu
seperti kini dalam kembara malam tak tentu

dan kembara tak berujung lelap, singgah dalam kantuk yang tak hadir dan badan yang semakin berat……

Tinggalkan komentar

melayung ngawang awang

wayah bengi iki kroso atis lan nyenyet, kahanan sepi. angin mandeg ora sumilir, gegodhongan anteng kadya lagi nenepi mertopo, swara tibaning banyu ing kali cilik njaban deso, kemricik ora kendhat. wuyung ku rumambah ing awang awang…..

melayung ngawang awang……

wengi kang lingsir ing wayah esok
alon lumaku ing pepeteng kang sepi
cepet lakuning uler keket kang mrambat
ing pang cilik uwit randu alas
ora kaya atiku kang tansah kesusu
koyo koyo nggege mongso selak
ora sabar enggalo bisa ketemu

tawang kang katon klawu wengi iku
semburat pletheking chandra ginambar
wewayangan edi sangareping cahya wulan
ngemu wanci kang sarwo kangelan
ngupadi sliramu wus suwe ora ketemu
kadya sliramu ora rumongso ora mangerti
wuyungku melayung rumambah ing awang awang wengi

wengin iki mung tansah ngenteni, rawuhing sliramu ing antaraning tawang kang katon klawu…..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.