Lightless Hills Peak……..

Maret 25, 2015

Satu lagi malam ini tak kutemukan dirimu, sabana berkahir di bebatuan, padang rumput yang kulalui berbisik, bercandan bersama angin. Puncak yang kudaki teramat gelap, dengan langit yang massif tak ternodai setitik cahayapun. Dalam pekat kucari dirimu……..

 
Lightless Hills Peak……..

 

The road is still narrow
Dressed with sharpened stone
Cutting down the feets step through
And the sand glow likely glasess
Within the path I took for Reaching the peak above
Picking the light for dressing the moon

At the highest where the light goes dissapperar
There is nothing but the darkness
The dark huge stones end the grass field

Missing the moon as you there
Hoping the light as you share

 

 

 

wa t’ken aido den………….

Maret 25, 2015

apa yang bisa kulakukan dengan wajahmu disekujur tubuhku, apa yang bisa kulakukan dengan rasamu berkeriap di seluruh kulitku, apa yang bisa kulakukan dengan hantaman gelombangmu mendera kuat hatiku…….apa yang bisa kulakukan saat dirimu memenuhi hidupku…………

 

 

wa t’ken aido den………….

 

 

tak seperti gelombang bebas berkeriap
bergulung dan memecah dirinya
merambah menggoda pasir di ujung pantaimu
menyentuh lembut ujung jemari kau sembunyikan
mengarus dalam gelombang hebat mendera
tenggelam dalam gulak rasa tak terhenti
berpusar hasrat tak terredakan

mata memandang sejauh mampu menangkap
rasa tertawan tak mampu kuungkapkan
kata tertahan tak dapat kuceritakan
satu pasti tetap kumenunggu
satu saat satu watu selalu kunantikan
tentangmu dirimu dan waktumu

 

 

opo kang bisa ndak tindakke, ing wanci sliraku datan bisa nguwasani, wewayangpasuryan kang wus ngebaki ragaku, wewayang kang wus ngebaki jagak pikirku, rerasan kang wus dadhi narendraning uripku… opo kang bisa ndak tindaake……….!

Le’ tme touc hyouclos edly………

Maret 18, 2015

luwih entheng wong kang urip ing pangimpen, luwih entheng wong kang urip adoh soko gegayuhane, luwih entheng wog kang lelaku tapa brata, tinimbang wong kang nembe ketaman.lara branta……………….

 

 

Le’ tme touc hyouclos edly………

 
raga gang ginawe mati
rasa kang ginawe ora pesti
karsa kang ginawe tanpa daya
urip kang ginawe tanpa aji

lelaku siyam kang ora ono wusanane
ketaman ing ribeting asmaradhana
cumawis tanpa keno cinandak
cumaket tanpa kena rumaket

andum pangandikan tan ono wekdal
opo dene andum sih kinasih
tan keno sesawangan pasuryan
tan keno gegandengan asta rumaket

andhika adoh lataring wisma
andhika tebih asta sinikep
yo gene sliraku ora kuwowo
lumarak rinaket sesisihan.

aiwanaholuera…………………

Maret 18, 2015

bulan berlalu dengan waktu kian menjauh, bulan penuh berulang tak menyapaku. gulita tercipta diantara langit yang terasa semakin pengap dan kelam. awan menitikkan airmatanya, mengais bersama hujan……………….

 

 

aiwanaholuera…………………

 

 

kerinduan itu bagaikan api yang melalap
ranting kering dan patah bergesekan ditiup angin
rapuhnya membesarkan api keringnya memanggang panas
meletup berpijar memenuhi sabana tempatku menanti
menciptkan terang di belantara panas mematikan

kerinduan itu bagaikan hantaman air sepanjang pantai batu
tiap kali bergolak, berbalik dan kembali menghantam
deburnya bergemuruh di ruang dadaku
memburu nafasku tersengal tak tentu
tak berhenti, terus …. dan terus….

kerinduan itu bagaikan gemintang dilangit kelam
ada dalam genggaman kegelapan
keindahan tersembunyi dibalik waktu
kerinduan itu terbenam tergolek di balik waktumu

 

 

lelakuning raga mono, among gumantung ing wektu. laraning bronta cumawis sakwaliking wektu kang katon ora tinemu…….

umutkaw itnanem…………….

Maret 18, 2015

tidak selalu bisa dan tidak selalu longgar. waktu yang ada dihabiskan dalam kesibukan yang sangat. Bulan tak selalu datang di malam menjadi gulita dan matahari kadang bersembunyi saat tak ingin bercerita pada bumi yang menantinya………………

 

 

 

umutkaw itnanem…………….

 

 

 

waktummu adalah bulan tengah malam
berkedip dalam sunyi yang menutup ujung hariku
yang tak selalu dapat kulalui
bersitegang dengan lelap yang tak mau datang
dan tubuh yang tak hendak menerima kerapuhan
waktumu adalah kemuning harum
mengangin menyebar merambah malam
melesak jauh menembus relung hati
menyadarkan penantianku tak tersambut
dan bergulir berlalu dalam jejak kupandangi
waktumu adalah kegembiraan mewah
kupandang kunanti kuharapkan

dan berlalu kemudian
beralas tatapan berselimut pinta
yang tak selalu dapat terucap memintamu

 

 

 

menanti adalah kepenuhan hati


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.