kapang ing tyas dalem

Agustus 22, 2016

geneyo kukilo ora kendhat caos uningo, geneyo bebayu ora pedhot nglantarake pawartananing tyas, lereming ati among kapariangake srana lilaning wektu kang dadi darbekmu…..

 

 

kapang ing tyas dalem

 

 

sajroning ati ora pedhot

ngudoroso ati kang ketaman bronto

kapang ing tyas dalem

lumingsir ngantu antu kapan ketemu

mbok menowo sliramu iso dadi lumantaring sih

kang ngrasuk jero ing telenging kalbu

 

pandongaku ora among panyuwun

nanging pengarep arep dadi dayaning urip

geneyo kabul kanthi katresnan

dene kuciwa tetep dudu dadi kuwasaku

panyuwun mono pinesthi siji sing kagungan

pengarep mono kabul krono sing kawogan

 

gene pandongaku koyo kukilo prenjak

mungel ora kendhat ora kesel

sanajan to kabur kanginan ing bebayu

 

 

 

 

pandongaku ora mung panyuwun pengarep arep

 


kau kata pingin jumpamu….

Agustus 11, 2016

selalu kupinta kepadaMu, dalam doa doa yang kudaraskan hampir di setiap ku ingat kepadaMu. pun hanya satu kupintakan kepadamu untuk melihatMu di satu waktu untukku. masih kuasakah aku……

 

 

 

kau kata pingin jumpamu….

 

 

saat kupintakan kepadamu

tentang ingin jumpaku melihatmu

kau kata belum waktu dan saatnya

kau kata belum tiba takdir dan giliranku

kau kata waktuku seharusnya masih panjang

kau kata masih berguna dan dibutuhkan banyak orang

 

saat kupintakan kepadamu

tentang ingin jumpa melihatmu

kau lipat waktu dihadapanku

hingga cahaya membeku disenja kala

dan letih menyergap tak bisa jumpa

 

dan tetap kutak bisa jumpa

masih panjangkah waktu untukku

karena bukan kematian membuatku bisa jumpaMu

 

 

 

 

karena bukan kematian yang bisa membuaku berjumpa denganmu….

 


kenapa bukan pagi tadi….

Agustus 11, 2016

lihatlah hari sudah bergulir senja, matahari merendah di penghujung cahaya, keremangan menyergapku dan membawa kegelapan menyelubungi duniaku. senjakala merebak menyembunyikan bulan memulai malam……

 

 

 

kenapa bukan pagi tadi….

 

 

kenapa tak kau kata pagi itu

saat matahari belum lagi hendak bercahaya

dan hari sedang bergulir memulai

cakrawala belum lagi terkotori

debu debu hari yang selalu berlalu

saat pandangan menjadi jelas

dan kesegaran berayun di embun pagi

 

kenapa kau kata di ujung senja

saat matahariku di ujung tenggelam

menyembunyikan cahaya dari mataku

menebarkan temaram yang tak kusuka

dan membawa gelap tak berbulan

kenapa kau kata diujung senja

saatku tak lagi bermandi cahaya

 

 

 

 

hari sudah bergulir pagi, matahari bersiap melepas cahaya, menyambut malam yang datang kepadaku….


at the edge of morning…..

Agustus 10, 2016

the sun walks throu the days slowly,running after the moon, to keep the light along. i wait to seek the place when the sun sinking, i count the hours and still awake. thought the moon already gone, the sun doesn’t seen yet…..

 

 

at the edge of morning…..

 

 

2305…

 

2410…

 

2505…

 

2605…

i can’t …….

i can’t make it

i can’t kill the shadow

i can’t close these eyes….

 

 

 

 

 

 

 

 

the night became so silent, the dark became so weight and the air become so hardly breathing…..

 

 

 


ora ono wektu liyo…

Agustus 10, 2016

sekar pepudyan kang kakidungake wus diambali kaping piro ora kapetung meneh, isih wae krasa mak nyes, rikala kabuka kanti gending kang kumandang alus alon. Sak mangsa aku wus kajunjung saka ing bumi……….

 

 

ora ono wektu liyo…

 

 

banjur wayah endi maneh bisa ketemu

asung pasuryan andum kekabaran

yo gene kang wus kagadang kaesthi ora dadi

kalodhanan cumpen ing madya

datan kaparengake

 

pancen wus ginaris ing pangeran

dene wus ora ono wektu kang bisa kacawisake

kalodhangan kanggo asung pasuryan

wus sawetara suwe ora dadi darbeku maneh

atusan surya mijil lumingsir

gineret chandraning ratri tanpo winates

ginulung wektu kang dadi darbekmu

rumpil ing wayah wasananing asta gumregah

 

banjur kapan wektu dadi panyuwunku

kang sethitik wus kasuwun gusti

 

 

 

 

panyuwunku kagarba ing wayah esuk, rina lan wengi, datan dadi renaning sliramu

 


satu pagi di angin tinggi…

Agustus 9, 2016

engkau belum memanggilku, matahari belum membagi cahaya dan gelap berbincang dengan lampu kota. angin menusukku di ketinggian dengan nafsu ngin menerbangkanku dan terjatuh. tapi kuingatmu dalam tiap senyum dan katamu……

 

 

satu pagi di angin tinggi…

 

 

angin berdiam di ketinggian

menusukku dengan jarum jarum kecilnya

melompat bermain dengan gelap nan gembira

berderap derap mengukir rambutku

yang memburai dimabuk sebatang rokok

yang tak henti kunyalakan di hari sepagi itu.

 

udara membelaiku dengan tangan basahnya

menyentuh tubuh dan hati telanjangku

kain yang kulilitkan tak mampu memberi kehangatan

koyak dalam himpitan angin berujung jarum

gelap membawaku kepadamu

bersama bayangan yang melayang hilang

 

satu pagi di angin tinggi

menyisakan ku tenggelam dalam pelukan

bayangan yang tak dapat kulepaskan

tentang harapan dan keinginanku

dan aku tenggelam dalam kuasamu

 

 

 

 

pagi ini kumenari bersama gelap malam, angin menusuk nusukku mengingatkan ku kepadamu….


doaku tak kuingini……

Agustus 9, 2016

berapakah umurmu sekarang, 20 kah 45 kah atau bahkan 85? berpapaun usiamu, tentulah pernah kau panjatkan doa, kau pintakan doa untukmu atau untuk orang lain. pernahkan kau sadari doamu itu, salah satu dari doa doamu, menenggelamkanmu…..

 

 

doaku tak kuingini……

 

 

entahlah apa yang akan kau kata

saat doa yang kau kabulkan

tak kuinginkan dan tak lagi kuharapkan

bahkan sejak awal doa kudaraskan

sejak awal kutahu doaku kata tak bermakna

berharap tak kau kabul dan berikan

dan tetap dirimu sepert itu

dan aku dapat mengendap menemanimu

 

dalam doa ku daraskan tentang waktumu

memadu langkah buah cinta dan kekasihmu

bersama mentari bersinar lagi menerangi

serta bulan menemani lalui malam malam sepimu

dalam doa kudaraskan lagi tentang cahaya dan mataharimu

dan melukis hidup dalam warna lebih pelangi

dalam doa kudaraskan bagimu

satu yang tak kuingini

tentang buah cinta, kekasih dan hidupmu

 

 

 

 

bukankah seharusnya ku berbahagia, saat doa yang kau lakukan, di dengar dan dikabulkan. Mengapa masih masgul hati dan keyakinanku……


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.