Tinggalkan komentar

menjaga tetap ku bermimpi…..

waktu lelapku yang tak panjang, berimpit dengan keinginanku tentangmu, dan di sepenggal waktu itu. kubertemu dan meluangkan keinginanku. di waktu yang tak panjang itu kucurahkan semuanya …….

 

 

 

menjaga tetap ku bermimpi…..

 

 

 

ingin tetap ku berada dalam mimpi itu

sepenggal singkat waktu untukku

yang kulalui sepanjang malam bersamamu

dalam kenangan singkat cita citaku

dalam luapan hasrat keinginanku

yang kulakukan dalam mimpi itu

 

ingin tetap kujaga mimpi itu

mengalir di sepanjang waktu yang tersisa

ingin tetap kutautkan mata

dan selalu mengalir dalam kekuatan

mimpi yang selalu kuinginkan

 

ingin tetap kubertahan dalam tidurku

ingin ku jaga malam tak berujung pagi

dan selalu ku bersamamu

bercinta dalam hasrat penuh kerinduan

 

 

 

 

 

malam larut ini, ku bermimpi melepaskankerinduan ini bersamamu……

Tinggalkan komentar

tak pernah mudah…..

langit gelap dan tak ada bintang yang menampakkan diri, apalagi bulan, terhalang oleh waktu yang melambat datang. pagi datang lama kemudian, walau malam telah menginjak ujung dan waktu telang menyepi…….

 

 

 

tak pernah mudah…..

 

 

tak pernah mudah melalui malam

dengan harapan menyambut pagi yang muncul kemudian

langit menggelap menyembunyikanmu

waktu menyepi mengasingkan diriku

hingga diujungnya kutetap terjaga

menerawangmu yang tak kutemukan dimana

dan tetap ku tak dapat berbuat apa

 

 

 

tak pernah mudah menantimu

bermain dengan waktu yang tak berpihak padaku

kesempaan telah menjadi larut

dalam genangan gelap tiada cahaya

dalam kubangan kegaduhan dunia tak henti

hingga kau datang dalam lelap yang tak panjang

mencuri waktu melepaskan rasa tak tertahankan

 

 

 

 

 

tak pernah mudah menerawangmu dalam kegaduhan waktu……

Tinggalkan komentar

bulan merah tengah malam…..

sekali malam bergulir menjadi pagi, waktu menyepi tanpa hiruk pikuk dan kegaduhan, bumi masih basah sisa gerimis sore tadi. Angin diam membekukan dan cahaya pucat mengalahkan terang lampu buatan menaungi muka bumi….

 

 

 

bulan merah tengah malam…..

 

 

mengapa kau temani aku saat ini

dengan warna jingga merah pucat burammu

yang berpendar tertahan kabut awan

tak berteman tak berkawan satupun gemintang

mengapa kau temani aku saat ini

dengan keheningan nan sunyi

tanpa desau kegembiraan cahayamu

tanpa gemerlap api semangatmu

mengapa kau temani aku saat ini

dengan dingin melingkupi bumi

tanpa alunan harmoni nyanyianmu

menawan sunyi kerinduanku

mengapa kau temani aku saat ini

dengan kebisuan hening memenjarakanku

dengan kebekuan semesta kehidupanku

mengikatku dengan daya tak dapat kuhidupkan

 

 

 

mengapa kau temani aku saat ini, dengan kebekuan sunyi yang tak tertahankan……..

Tinggalkan komentar

bulan dibawah belimbing pagi……….

malam baru saja beranjak pagi, dentang pertama belum juga berbunyi. angin bertiup menggerakkan dedaunan belimbing. suasana telah sunyi dan dirimu sendiri di keluasan langit. tak ada lagi yang lain… hanya aku dan dirimu…….

 

 

bulan dibawah belimbing pagi……….

 
saat terjaga malam beranjak pagi
langit terang pucat terasa hampa yang sangat
angin bertiup menggerakkan dedaunan belimbing
melambai menari dengan bayang bayang
membawa kesunyian yang terasa nian
mencekam mengasingkan hati dari kehidupan
mengosongkan hidup di kegelapan buram pagi itu

pagi dibawah belimbing
tempat ku tanam Pandora yang ku buka dulu
melewatkan kehampaan yang sunyi
menikmati lukisan pucat langit sendiri
hanya bersamamu
diujung langit jauh tak teraih
yang ada hanya kamu

diawal pagi, kulewatkan sunyi dalam kehampaan hanya bersamamu…

Tinggalkan komentar

lelaki dengan waktu di saku bajunya…….

sekilas tak kuperhatikan langkah pelan itu, sekilas tak kudengarkan desah berat nafas terasa memburu, satu dan satu, langkah tetap melaju, ditapakkan kaki keriput dengan keringat  meluruh diwajahnya yang membiru……

 

 

 

lelaki dengan waktu di saku bajunya…….

 

 

lelaki itu tak berhenti mengayunkan langkahnya

satu satu kuhitung terentang pendek

tak terangkat, rendah mengukur jalan

sandal jepitnya menggesek aspal hitam

kereta angin tua kusam menemani

kulitnya terlipat terukir bagai relief

dikaki candi mendut yang ditinggalkanya

 

lelaki tua dengan waktu disaku bajunya

berwindu berpuluh tahun terlipat, beribu bulan telah dilalui

beratus matahari mengalahkan kulit rentanya

dan waktu telah mengikat langkahnya

tapi jiwa tak tertaklukkan

tapi semangat tak terpadamkan

dan kehidupan memancar dari matanya

 

 

 

 

siang ini, dibayangan mendut, kuminta sedikit jiwa dan semangat tak tertaklukan dari lelaki dengan waktu di disaku bajunya….

Tinggalkan komentar

12.44 wita : bulan diatas pematang…..

kukatakan di malam itu, perfectly, betapa sempurna malam ini hadir di tengah jernih langit malam, bintang bagai dedaunan yang gemerlip, menari memantulkan cahaya yang menyentuhnya. angin mengambang memantulkan kilatan perak diantara tangkai padi yang belum tua…..

 

 

 

12.44 wita : bulan diatas pematang…..

 

 

 

datanglah kepadaku di pematang itu

di batas desa di ujung lorong depan rumahmu

saat malam beranjak dan bulan hadir menapak

angin malam membawa sepi mengantarkannya padaku

dilambaikanya tangkai rumpun padi pelahan

lembut mengalun menyibak cahaya bulan

dan menebar lapisan perak berkilat

mengambang diam di atas cermin muka air

 

sunyi ini begitu kurindu bersamamu

titik air menetes melantunkan lagu tak terputus

tangkai ilalang menari lembut mengalun

bagai ombak tak henti menyapu pesisir pasir

cahaya alam meraja menyisakan kilau muka air

tak ingin kulihat lagi cahaya sampah mengotori

tak kudengar lagi gaduh dunia meracau pendengaranku

yang tersisa hanyalah dirimu dalam keluasan sunyi

dan aku yang merindu bersamamu

 

 

 

 

kukatakan kepadamu, betapa sempurnanya malam  ini kulalui bersamamu di pematang itu…….

Tinggalkan komentar

bulan bulat bali : gina’s passion……

temanku, gina, lelaku bali itu, sungguh tak kuduga setelah lebih dari 25 tahun, kutak jumpa. kegilaannya kian menjadi, ketajaman afeksinya kian teruji, kukutip satu dari keinginannya yang dituliskannya….

 

 

bulan bulat bali : gina’s passion……

 

 

seperti biasa, seperti waktu lalu

malam  ini aku menantimu di pojok waktu

dimana laut mencium kaki langit

purnama penuh

 

mari berpesta dalam kesunyian

harumkan tubuhmu dalam desau sunyi malam

dan butiran pasir menari di halus kulitmu

biar kureguk setiap lekukan itu

 

lihatlah

bulan pucat cemburu menunggu pagi

ambil kainmu kita berpisah sampai disini

dan bulan penuhkan menyatukan kita lagi

di malam yang kita nanti……..

 

 

 

 

 

gin….. kutulis disini, supaya kau berkunjung  untukku

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.