Meninggalkan komentar

takbir tenggelam dalam kelu……..

malam ini kau kata malam kemenangan, atas siapakah kau menangkan, untuk apakah kau menangi, sebulan sudah kau jalani dengan niat yang kau anggap suci. mengapa tak kau kumandangkan lagu kemenanganmu dengan lagu pujian…..

 

 

takbir tenggelam dalam kelu……..

 

 

kurindu suara takbirmu
yang ka lagukan dari jauh dasar hatimu
berulang bagai wiridmu yang tiada henti
berkumandang di langit malam yang sepi
menggaung dalam hati pasrah bestari

kurindu suara takbirmu lagu kemenangan
kau daraskan dulu bersama waktu yang sudah berlalu
dengan kilau suluh bambu berpancar malam
berarak dalam derap napas tak berkesudahan

kurindu suara takbirmu berkumandang malam
tenggelam dalam deru motor kau kagumkan
berbaris bagai meriam kau banggakan
dan bunga api kau lontarkan penuh kekaguman
menutup hati membisukan dendang kemenangan

kurindu suara takbir dari hatimu
yang kau bungkan dalam barisan kuda besimu
berderap dengan lagu membisu kelu

 
takbir tak lagu kau kumandangkan, suluh tak lagi kau angkat memancarkan. kau bariskan delam deru diam membisu. mala mini tak kau lagukan pujian kemenanganmu…..

Meninggalkan komentar

wulan alis tipis……

malam mulai lagi, dengan bulan disebelah barat. hadir saat senja belum beranjak, dan malam sedang menapaki dunia yang mulai gelap. sepotong tipis dalam cahaya yang suram, mengedar di ujung barat, sebentar kemudian rebah di langit rendah…..

 

 

wulan alis tipis……

 

 

dadio uningo d!
ing wayah wulan wiwitane
nanggal sepisan alis tipi sing tawang kulon
purwaning wulan kekiteran ngambah ing ratri
dadi pratandha pungkasaning mongso
kang kapungkur katut ing wektu kang tansah lumaku

setitekno d! ing wayah iki
datan tinemu sakjroning olah ati rasaku
kekiteran anggoleki daya kanggo sanguning urip
ndak wiwiti ing kaca anyar
sakwalike ruoa ruoa kang ndak gambar
nganggo mangsi arupa ireng lan klawu

geneyo sabak kang ndak tulis kebak
krasa angel ndak busak miwiti anyar
geguritan asung pepudyan endah
ginawe langit dadi pepayunge niat

 
setiap saat bulan kembali beredar, memulai dalam lingkaran yang tek pernah berubah, saat itu pula hatiku tergerak, beranjak melangkah dalam aynan yang kian sarat…..

Meninggalkan komentar

ku Tanya jawabmu…….

udara terasa begitu dingin, menggigit tubuhku, hingga menggigil, mencoba mengimbangi panas yang merangkak naik. cahaya yang terpancar tak mampu menghangatkan dan menggerakkan darahku melalui suluh yang terasa kian menyempit,

 
ku Tanya jawabmu…….

 
kutanyakan tentang jawabmu mencoba mengerti
kepada batu di ujung lorong teduh itu
dan tangkai mengering di sebelah pematang
kepada kupu kupu yang menggoda tangkai bunga
dan capung bercermin di muka air mengalir
kepada burung kecil berlompatan bermain dahan
dan dedaunan mengangguk bergembira
kepada air yang gemericik tak henti di curug kecil itu
dan ikan kecil yang tak henti berseloroh

kujawab tanyamu mencoba memahami
dengan seribu diam tak berjawab
dan cahaya tak dapat kutangkap
dengan seribu kebutaan menyertai
dan tetap saja ku tak mengerti…

 

 
semakin kutanya, semakin pula tak kudapatkan jawabnya, semakin ku cari jawab, sejauh itu tanya menyertaiku. mengapa cahaya tak lagi berarti terang bagi hidupku….

Meninggalkan komentar

Mengapa gelap tak hendak pergi…….

tak kan ku cari jawab yang tak bisa kudapatkan, Tanya yang menggunung tetap saja tak berjawab. biarlah tetap dalam kegelapan kan kebutaan. tak lagi menjadi penting tentang apa yang terjeadi……

 
Mengapa gelap tak hendak pergi…….

 

tanyakan pada pokok kayu tua di ujung teras itu
tentang gelap yang tak hendak pergi
dan cahaya bulan yang tak mau mengganti
dan bintang yang tak mau lagi berkedip.

tanyakan pada selasih di pojok kebunmu
tentang langit yang kian kelabu membeku
tentang suram datang mengusai
tentang pelangi yang berura abu abu

tanyakan pada manggar di ujung nyiur pantaimu
tentang kuning yang kehilangan warna emasnya
tentang matahari yang kehilangan cahayanya
tentang awan yang tak lagi membiru

tanyakan pada desah di ujung lorong hatimu
tentang semangat tak lagi menghidupi
tentang daya tak mampu menggelorakan
tentang waktu menelikung tak memihakku.

 

 

 

cahaya terlepas dari tiap malamku, waktu tak berdetik seakan membeku diujungnya, semangat membeku tak berdaya…..

Meninggalkan komentar

malam gelap menggulita……

malam menggulita dalam pekat, bulan urung memberikan cahaya dalam sabitnya dan gemintang bersembunyi diantara kapas awan yang tampak menggelap memenuhi langitku. malam ini teramat gelap, tak seberkas cahayapun menjadi suluhku…..

malam gelap menggulita……

 

 

lihatlah d!…..
bulan urung menampakkan diri
dan gemintang pun enggan memendar
membuat langitku pekat menggulita tak bercahaya

lihatlah d!
bulan menyembunyikan cahaya dalam sabitnya
memudar bersembunyi di balik awan kapas berarak
berlapis memenuhi langit malamku

lihatlah d!
gemintang pun enggan bercahaya
menghapus kelap kelip langit memucat
dan jalanku berteman suluh kegelapan

lihatlah d!
malamku kian menggulita gelap
langitku tak bercahaya kelabu membeku
menutup sulh cahaya jalan hidupku

 

 

 

malam semakin terasa gelap, cahaya tak lagi berarti tak member terang. waktuku membeku dalam kesuraman yang terasa kian sangat…..

Meninggalkan komentar

betiga jingga……

lihatlah di langit timur, dikerendahan pucuk pohon kelapa, membulat sempurna, membesar menutupi pandangan. sinarnya terbiaskan membentuk jingga, dalam bayangan penumbra bumi, berpadu dalam gelap kian menguat hingga cemerlang di ujungnya….

betiga jingga……

 

 

lihatlah d!, dirimu mengintip di awal senja
di keremangan senja berhias cahaya tipis
mendorong mentari yang tak hendak lagi menyiinari
menangkap cahaya tersisa separuh jingga
terang merebak berhambur cahaya
menanjak kian memutih membulat sempurna
mengikat pandangku tak mampu kualihkan
sepanjang jalan kutempuh malam itu.

rasakanlah d! dirimu memuncak dalam gulak
dalam kemilau putih rasa tak kuasa
bertabur cahaya membekukan dunia
luluh dalam cantik kuasa cahayamu

lihatlah d!
rasalah d!

 

 

bulan belat besar jingga, mengikatku sepanjang waktu membeku, tak bergerak hingga kemudian mengalir bersama sinarmu…..

Meninggalkan komentar

tetap ku pandang bulan itu…….

malam ini menjadi sangat istimewa, saat matahari masih bercahaya tadi, sang bulan sudah muncul dan membayang di ufuk timur. pucat memutih merindukan cahaya. dan malam kenudian, bulan bersinar sejak awal, hamper sempuna dilangit yang jernih….

 

 

tetap ku pandang bulan itu…….

 

 

pucat memutih tak bercahaya
membayang diekor matahari tenggelam
dilingkup suram senja segera datang
dan semburat jingga penanada senja

dan tetap kupandang bulan itu
hampir sempurna membulat di suram langit
diatas pucuk pucuk pepohonan
tersembul diatas atap bangunan beku

saat malam meninggi kemudian
cemerlang sempurna mengalahkan bintang
bersinggasana berdampar lautan biru
menguasaiku dalam temaram rindu

kurangkai kata kupadukan rasa untukmu
kuungkapkan dalam gejolak tak mampu kutahan
kuendapkan dalam pandangan tak kualihkan
dan tetap kupandang bulan itu karenamu

 

 

 

tetap kupandang bulan itu, karena ku tak mampu mengalihkan dan terikat tertawan pada sinar cantikmu di sepanjang senja berujung malam….

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.